Thursday, 22 August 2013

Cara Beternak dan Merawat Ayam Bangkok Petarung

Beternak dan Merawat Ayam Bangkok  Petarung 

Dengan adanya pengetahuan cara berternak, merawat sekaligus melatih ayam petarung anda dapat menghasilkan bibit dan bakalan sang petarung yang unggul, tentunya nilai jual ayam bangkok akan lebih tinggi, apalagi sudah pernah menjuarai kontes ayam petarung..( hehe jangan masuk gelanggang aduan ilegal sekarang udah banyak kontes legal loh buat ayam bangkok).

Ciri-ciri ayam Bangkok
Mengenal ciri-ciri Ayam Bangkok Warna Pangkal Bulu pada Ayam Bangkok Bila dilihat secara sekilas, tidak ada perbedaan antara ayam Bangkok asli dan ayam Bangkok lokal, tetapi apabila kita cermati, ayam Bangkok yang asli mempunyai warna kekuning-kekuningan pada bagian pangkal bulu serta permukaan kulit. Warna ini terdapat di semua pangkal bulu ayam Bangkok asli, baik itu pangkal bulu yang berada di sayap, leher, punggung, perut, atau bahkan kaki. Warna kekuning-kuningan pada ayam Bangkok ini disebut dengan khemine. Khemine ini berfungsi untuk menjaga agar bulu-bulu ayam Bangkok tidak mudah rontok serta bebas dari gangguan kutu. Struktur Tulang Ayam Bangkok Struktur tulang ayam Bangkok asli, mempunyai struktur tulang yang lebih padat dibandingkan dengan ayam Bangkok lokal, coba saja anda memegangnya, maka tulang ayam Bangkok yang asli akan terasa lebih keras. 

Gaya Bertarung Ayam Bangkok 
Ada empat gaya bertarung ayam Bangkok yang asli, yaitu teknik kunci, teknik kontrol, teknik berlari, serta teknik bongkar sikap sayap. Dari keempat teknik diatas, teknik kunci dan teknik kontrol adalah teknik yang paling digemari oleh para petarung, sedangkan teknik berlari adalah teknik yang paling jarang digunakan. Mental Bertarung Ayam Bangkok Ayam Bangkok yang asli mempunyai mental bertarung yang sangat pemberani, mereka mempunyai slogan “lebih baik mati dari pada kalah dan bilang “keok””. Setelah kita dapat membedakan mana ayam Bangkok yang asli serta ayam Bangkok lokal, sekarang kita akan membahas, bagaimana ciri-ciri ayam Bangkok asli yang bagus untuk dijadikan induk, agar keturunan yang dihasilkan menjadi ayam Bangkok petarung yang hebat. Ciri-ciri Ayam Bangkok yang Bagus untuk di Jadikan Induk Untuk dapat menghasilkan keturunan yang bagus, sebaiknya anda mencari induk jantan dan betina sesuai dengan kriteria di bawah ini: 


Ciri Induk Ayam Bangkok Jantan yang Bagus 
• Mempunyai sayap yang rapat ke badan. 
• Mempunyai paruh yang melengkung seperti paruh elang, serta ukurannya agak panjang. 
• Mempunyai bentuk kepala seperti buah pinang. 
• Mempunyai tulang leher yang rapat. 
• Mempunyai kokok yang besar, serta mantap. 
• Badannya bulat seperti batang pohon pinang. 
• Mempunyai tulang ekor yang yang rapat dan keras. 
• Mempunyai kaki dan sisik yang kering. 
• Mempunyai bulu yang mengkilat. 
• Mempunyai jari kaki yang halus dan panjang. 
• Jika bertarung, area lawan yang diserang adalah sekitar kepala dan leher Ciri Induk Ayam Bangkok Betina  yang Bagus 
• Mempunyai badan seperti batang pohon pinang, 
• Mempunyai kaki yang kering dengan jari kaki yang halus dan panjang, 
• Tidak pernah sakit, sejak menetas. 
• Mempunyai mata yang menjorok ke dalam. 
• Mempunyai mata yang bersih. 
• Jika dilihat dari depan, bentuk kepalanya seperti kepala ular. 
• Mempunyai panjang tulang di bawah pangkal ekor 3-4 jari. 
• Lebih bagus lagi, jika mempunyai taji. 

Disamping kriteria-kriteria diatas, pemberian pakan yang baik, serta perawatan yang baik (jaga agar jangan sampai sakit), tentunya menjadi suatu hal yang harus dilakukan menghasilkan keturunan yang tangguh. Ayam Bangkok jantan baru bisa dijadikan sebagai induk setelah mengalami satu kali ganti bulu atau biasa nya berumur 1 tahun 6 bulan, sedangkan untuk ayam Bangkok betina biasanya setelah 3 kali bertelur. Menurut orang-orang semakin tua induk yang digunakan, maka akan semakin bagus atau tua tua keladi. 

Cara Beternak Ayam Bangkok yang Baik 
Setelah mendapatkan induk ayam Bangkok yang bagus,baik betina maupun jantan, sekarang saatnya untuk mengawinkan keduanya. Secara alamiah terdapat dua cara untuk mengawinkan ayam Bangkok jantan dan ayam Bangkok betina, yang pertama adalah dengan cara kandang umbaran, sedangkan yang kedua adalah dengan cara tembak dogdogan. Untuk cara yang pertama (kandang umbaran), ayam jantan dan ayam betina diletakan dalam satu kandang, dan membiarkan mereka agar melakukan perkawinan dengan sendirinya, kita cukup memberinya makan dan memantau bagaimana perkembangannya. Apabila cara diatas sulit dilakukan, karena si ayam jantan dan betina tidak melakukan perkawinan-perkawinan, maka kita dapat melakukan cara kedua yaitu tembak dogdogan, caranya adalah kita memegangi si ayam betina, kemudian si ayam jantan nantinya akan datang dan mengawini si induk betina ini. Cara ini diyakini merupakan cara yang paling efektif dalam serta cepat dalam menghasilkan keturunan. Setelah ayam jantan dan ayam betina melakukan perkawinan, biasanya seminggu kemudian ayam betina akan bertelur, (jadi jarak antara perkawinan dan bertelur adalah seminggu). Setelah bertelur, telur yang dihasilkan bisa di erami oleh induknya atau oleh mesin penetas, saran saya jika skalanya masih kecil, tidak sampai 20 mending dierami oleh induknya saja, akan tetapi apabila sudah sekala besar, lebih dari dua puluh atau bahkan mencapai ratusan sebaiknya ditetaskan dengan menggunakan mesin penetas. Satu hal yang harus di perhatikan adalah tidak boleh mengawinkan ayam Bangkok yang berasal dari induk yang sama (saudara kandung). Tetapi anda bisa mengawinkan antara induk ayam A dengan anak ayam B, atau induk ayam A dengan cucu Ayam C. 

Cara Pemberian Makan Ayam Bangkok 
Setelah bayi ayam Bangkok menetas, kita harus memperhatikan pola makannya, makanan ayam Bangkok yang baik harus mengandung zat-zat berikut: Protein Zat ini berfungsi sebagi pembangun tubuh, meningkatkan jumlah otot, serta memperbanyak daging. Protein wajib diberikan kepada anak ayam Bangkok yang lahir sampai dia berumur 6 bulan, atau ayam Bangkok yang akan dipersiapkan untuk menghadapi pertarungan. Untuk menambah protein biasanya para pemilik ayam Bangkok menambahakan racikan daging kambing ke dalam makanannya. Karbohidrat Zat ini dibutuhkan untuk menjaga stamina ayam agar tetap fit. Vitamin dan Mineral Air Makanan Hijau-hijauan Makanan hijau-hijauan merupakan makan tambahan bagi ayam Bangkok, makanan ini hanya boleh diberikan saat ayam sudah berumur dua bulan, dibawah itu, jangan. Makanan hijau-hijauan ini seperti toge, daun pisang, kangkung, bayam, dll. Makanan ini berfungsi sebagai variasi atau tambahan makanan saja. Grit Grit merupakan bahan makanan yang dapat membantu pencernaan ayam di dalam tembolok. Kulit kerang dan Cangkang Brekicot merupakan salah satu contoh makanan yang mengandung grit. Tapi anda tidak boleh terlalu banyak memberikan makanan ini pada ayam Bangkok kesayangan anda, dan perlu diketahui, makanan ini hanya boleh diberikan kepada ayam Bangkok yang sudah berumur tiga bulan, dibawah itu jangan. Contoh Makanan Ayam Bangkok Beras Merah Beras merah mempunyai beberapa keunggulan diantarnya, protein yang tinggi, mudah dicerna, serta mengandung sedikit lemak. Ayam Bangkok yang dikasih makan beras merah, akan mempunyai badan yang kekar dan padat. Makanan ini cocok bagi ayam Bangkok Jalu. Namun beras merah hanya boleh diberikan saat ayam Bangkok sudah dewasa, yaitu saat pertumbuhan bulunya sudah selesai. Gabah Kandungan yang dimiliki antara Gabah dan Beras Merah, hampir sama, hanya saja gabah mempunyai kandungan vitamin yang lebih banyak, serta kalsium yang lebih tinggi. Ini menjadikan bulu ayam Bangkok tidak mudah rontok. Jika anda ingin memberi makan ayam Bangkok kesayangan anda dengan gabah, sebaiknya gabahnya direndam dengan air terlebih dahulu, kemudian gabah-gabah yang mengapung dibuang, jadi hanya gabah yang tenggelam saja yang anda berikan kepada ayam Bangkok kesayangan anda. Makanan ini cocok untuk ayam Bangkok tipe jalu. Jagung Jagung mempunyai karbohidrat yang paling tinggi diantara beras merah dan gabah, selain karbohidrat jagung juga mempunyai kandungan kalsium serta fosfor sehingga cocok untuk ayam Bangkok pemukul yang mempunyai pertumbuhan jalu yang lambat atau lepek (tidak ada jalu). Jagung akan membuat ayam Bangkok bertipe pemukul menjadi kuat, besar, serta mempunyai pukulan yang keras. Jika ayam Bangkok kesayangan anda ingin dikasih makan jagung, sebaiknya jagungnya anda rendam dulu dalam air, supaya jagung lebih lunak, sehingga mudah dicerna. Formula makanan untuk Ayam Bangkok Ayam Bangkok Jalu adalah ayam Bangkok petarung yang mengandalkan kecepatan dalam bertarung. Untuk ayam ini, anda dapat memberi makan campuran antara 2 kg konsentrat ayam petelur ditambah 8 kg dedak atau bekatul yang dikasih air dan diaduk hingga rata. Sebagai selingan anda dapat menambahkan beras merah, gabah, atau jagung. Ada baiknya ayam Bangkok jalu kesayangan anda ditaruh diatas pasir yang ada pecahan batakonya, diharapkan si ayam ini akan memakan pecahan-pecahan batako tersebut, sehingga menjadikan tulangnya semakin kuat. Untuk ayam Bangkok tipe pemukul, anda dapat mengasih menu yang sama seperti ayam Bangkok jalu, tetapi apabila anda menginginkan makanan yang lebih bagus lagi, anda dapat mencampur 5 kg jagung halus + 3 kg konsentrat ayam petelur + 2 kg dedak atau bekatul yang dicampur menjadi satu, kemudian dikasih air. Sangat tidak disarankan untuk memberikan kedua campuran makanan ini setiap hari secara berturut-berturut. Apabila anda ingin memberikan campuran makanan diatas setiap hari, sebaiknya tidak melebihi 2 minggu, sebaiknya di selang seling dengan makanan yang lain. 

Selanjutnya untuk latihan bertarung anda modifikasi tehnik dengan cara anda sendiri, lihat gaya bertarung ayam bangkoknya ? latihan apa yang cocok?

Demikian cara tentang cara beternak dan merawat ayam Bangkok agar menjadi petarung yang tangguh, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment